Senin, 22 Februari 2010

Keadaaan Alam dan Persebaran Binatang serta Manusia Purba

Bedasarkan geologi (ilmu yang mempelajari tentang lapisan kulit bumi) kurun waktu sejak mulai terbentuknya bumi sampai sekarang dapat dibagi dalam beberapa zaman sebagai berikut :

1. Archaeikum
Zaman yang paling tua dan berlangsung selama kurang lebih 2500 juta tahun. Kulit bumi masihlah amat panas karena masih dalam proses pembentukan. Oleh karena itu tidak ada makhluk yang hidup.

2. Palaeozoikum
Zaman yang berlangsung kira – kira 340 juta tahun. Keadaan bumi masih belum stabil, iklim masih berubah-ubah dan curah hujan sangat besar. Akan tetapi mulai ada binatang – binatang kecil yang hidup sampai ikan dan amphibi awal. Ada pula jenis-jenis tumbuhan ganggang dan rerumputan. Zaman ini disebut juga zaman Primer.

3. Mesozoikum
Zaman ini disebut zaman Sekunder (zaman kedua). Zaman yang berlangsung kira – kira 140 juta tahun. Iklim mulai membaik walaupun suhu masih berubah-ubah. Kadang suhu tinggi sekali dan kadang rendah sekali, curah hujan mulai berkurang. Danau banyak yang kering, pepohonan sudah mulai tumbuh. Di sini juga mulai ada reptil raksasa atau yang disebut “Dinosaurus” dan jenis burung awal.

4. Neozoikum
Zaman yang berlangsung kurang lebih 60 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Jaman ini dibagi menjadi 2 bagian, yakni :

a. Zaman Tersier (60 – 1,7 juta tahun lalu)
Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput.
Pada zaman Tersier - Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global.

b. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu – sekarang)
Zaman ini yang dimulai sejak sekitar 600.000 tahun yang lalu, dibagi menjadi 2 kala, yaitu kala Pleistosen (Diluvium) dan kala Holosen (Alluvium).

1. Kala Pleistosen
Kala Pleistosen berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. Kala Pleistosen menjadi sangat penting karena pada masa ini mulai muncul kehidupan manusia purba. Keadaan alam kala itu masihnliar dan labil karena silih bergantinya dua zaman yaitu zaman Glasial dan zaman Interglasial.

Zaman Glasial adalah zaman seluasnya lapisan es kutub utara sehingga Eropa dan Amerika bagian Utara tertutup es, sedangkan daerah yang jauh dai kutub terjadi hujan lebat bertahun-tahun. Permukaan air laut turun disertai dengan naiknya daratan di berbagai tempat karena adanya pergeseran bumi dan kerja gunung-gunung berapi sehingga banyak lautan termasuk Indonesia menjadi kering, maka munculah Sunda Plat dan Sahul Plat. Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Malaysia Barat bergabung menjadi satu benua dengan benua Asia. Begitu pula dengan Sulawesi melalui Minahasa, pulau Sangir ke Filipina. Antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan berhubungan melalui Nusa Tenggara.

Zaman Interglasial adalah zaman di antara 2 zaman es. Temperatur naik sehingga lapisan es di kutub utara mencair, akibatnya permukaan air laut naik dan terjadi banjir besar-besaran di berbagai tempat, hal ini menyebabkan banyak daratan terpisah-pisah oleh lautan dan selat.

Pada kala Pleistosen ini, hanya hewan-hewan berbulu tebal yang dapat bertahan hidup. Salah satunya adalah Mammouth. Hewan-hewan berbulu tipis pindah ke daerah tropis. Garis Wallace adalah garis antara selat Makassar dan Lombok yang merupakan batas antara dua jalan penyebaran binatang tersebut.

2. Kala Holosen
Pada awal kala Holosen, sebagian besar es di kutub sudah lenyap sehingga air laut naik lagi. Tanah-tanah rendah di daerah paparan Sunda dan paparan Sahul tergenang air dan menjadi laut transgesi. Sehingga munculah pulau-pulau di nusantara. Manusia purba lenyap dan munculah manusia-manusia cerdas seperti sekarang.

0 komentar:

Poskan Komentar

Keadaaan Alam dan Persebaran Binatang serta Manusia Purba

Bedasarkan geologi (ilmu yang mempelajari tentang lapisan kulit bumi) kurun waktu sejak mulai terbentuknya bumi sampai sekarang dapat dibagi dalam beberapa zaman sebagai berikut :

1. Archaeikum
Zaman yang paling tua dan berlangsung selama kurang lebih 2500 juta tahun. Kulit bumi masihlah amat panas karena masih dalam proses pembentukan. Oleh karena itu tidak ada makhluk yang hidup.

2. Palaeozoikum
Zaman yang berlangsung kira – kira 340 juta tahun. Keadaan bumi masih belum stabil, iklim masih berubah-ubah dan curah hujan sangat besar. Akan tetapi mulai ada binatang – binatang kecil yang hidup sampai ikan dan amphibi awal. Ada pula jenis-jenis tumbuhan ganggang dan rerumputan. Zaman ini disebut juga zaman Primer.

3. Mesozoikum
Zaman ini disebut zaman Sekunder (zaman kedua). Zaman yang berlangsung kira – kira 140 juta tahun. Iklim mulai membaik walaupun suhu masih berubah-ubah. Kadang suhu tinggi sekali dan kadang rendah sekali, curah hujan mulai berkurang. Danau banyak yang kering, pepohonan sudah mulai tumbuh. Di sini juga mulai ada reptil raksasa atau yang disebut “Dinosaurus” dan jenis burung awal.

4. Neozoikum
Zaman yang berlangsung kurang lebih 60 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Jaman ini dibagi menjadi 2 bagian, yakni :

a. Zaman Tersier (60 – 1,7 juta tahun lalu)
Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput.
Pada zaman Tersier - Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global.

b. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu – sekarang)
Zaman ini yang dimulai sejak sekitar 600.000 tahun yang lalu, dibagi menjadi 2 kala, yaitu kala Pleistosen (Diluvium) dan kala Holosen (Alluvium).

1. Kala Pleistosen
Kala Pleistosen berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. Kala Pleistosen menjadi sangat penting karena pada masa ini mulai muncul kehidupan manusia purba. Keadaan alam kala itu masihnliar dan labil karena silih bergantinya dua zaman yaitu zaman Glasial dan zaman Interglasial.

Zaman Glasial adalah zaman seluasnya lapisan es kutub utara sehingga Eropa dan Amerika bagian Utara tertutup es, sedangkan daerah yang jauh dai kutub terjadi hujan lebat bertahun-tahun. Permukaan air laut turun disertai dengan naiknya daratan di berbagai tempat karena adanya pergeseran bumi dan kerja gunung-gunung berapi sehingga banyak lautan termasuk Indonesia menjadi kering, maka munculah Sunda Plat dan Sahul Plat. Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Malaysia Barat bergabung menjadi satu benua dengan benua Asia. Begitu pula dengan Sulawesi melalui Minahasa, pulau Sangir ke Filipina. Antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan berhubungan melalui Nusa Tenggara.

Zaman Interglasial adalah zaman di antara 2 zaman es. Temperatur naik sehingga lapisan es di kutub utara mencair, akibatnya permukaan air laut naik dan terjadi banjir besar-besaran di berbagai tempat, hal ini menyebabkan banyak daratan terpisah-pisah oleh lautan dan selat.

Pada kala Pleistosen ini, hanya hewan-hewan berbulu tebal yang dapat bertahan hidup. Salah satunya adalah Mammouth. Hewan-hewan berbulu tipis pindah ke daerah tropis. Garis Wallace adalah garis antara selat Makassar dan Lombok yang merupakan batas antara dua jalan penyebaran binatang tersebut.

2. Kala Holosen
Pada awal kala Holosen, sebagian besar es di kutub sudah lenyap sehingga air laut naik lagi. Tanah-tanah rendah di daerah paparan Sunda dan paparan Sahul tergenang air dan menjadi laut transgesi. Sehingga munculah pulau-pulau di nusantara. Manusia purba lenyap dan munculah manusia-manusia cerdas seperti sekarang.
 

Sejarah Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template